Incredible of Flores: Highlight 10 Best Tourist in the East

 wisataziarah.com. Objek wisata Flores, bukan karena murah. Tapi karena indah dan eksotis. Simaklah Incredible of Flores: Hinghlight 10 Best Tourist in the East. Jadikan destinasi wisata Anda berikutnya.

Setelah meninggalkan Sikka, ke arah timur ada Kabupaten Flores Timur. Tidak kalah dengan kabupaten-kabuapetn lain di daratan Flores, Flores Timur juga memiliki beberapa objek wisata. Yang paling terkenal tentu saja objek wisata rohani yang sudah terkenal bukan saja di daratan Flores tetapi juga di Indonesia bahkan di dunia.

Pantai Oa dan Pantai Rako – Flores Timur

Kedua pantai ini berada di pantai selatan Flores Timur, tepatnya di desa Oa, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur. Pantai ini bisa diakses  dari Maumere ataupun dari Larantuka. Setelah melewati jalan trans Flores, Anda akan tiba di Boru, ibukota Kecamatan Wulanggitang.  Dari Boru, Anda menuju selatan ke desa Oa, di mana kedua pantai Oa dan Rako ini berada.

Pantai Oa yang berpasir halus dan berombak tenang ini bersebelahan dengan Pantai Rako yang mempunyai karakter  yang sama. Belum banyak dijamah membuat kedua  pantai ini begitu privat dan sangat bersih dari sampah-sampah plastik. Hal ini ditunjang pula oleh sikap masyarakatnya  yang sangat ramah dan terbuka saat dikunjungi.

Kedua pantai ini mungkin masih asing bagi para pecinta traveling Indonesia ataupun orang Flores sekalipun. Namun kedua pantai ini sudah banyak dikenal oleh orang-orang luar sehingga selalu saja ada mengunjunginya.

Memang masih banyak kendala untuk memperkenalkan kedua pantai ini. Salah satu kendala menuju ke sana adalah transportasi. Kondisi jalan yang belum diaspal menjadi penghalang utama. 

Kendala dan Value Objek Wisata

Transportasi lokal adalah bus kayu, yaitu truk yang difungsikan sebagai angkutan orang.  Bila musim kering, debu beterbangan mengiringi setiap kendaraan yang lewat. Bila musim hujan, jalanan menjadi liat karena berlumpur. Namun bagi para penikmat wisata petualangan, kendala tersebut rasanya tidak ada apa-apanya bila sudah sampai dan melihat keindahan kedua pantai tersebut.

Pemandangan yang ditawarkan kedua objek wisata ini bukan saja pantai dan laut. Tetapi juga Anda bisa menikmati pemandangan yang indah. Di timur berdiri kokoh gunung api kembar Lewotobi dan di sebelah barat perbukitan yang diselimuti hutan lebat. Sehingga pemandangan yang ditawarkan sangat spektakuler.

Lautnya  yang tenang memanjakan Anda untuk snorkel. Kehidupan bawah lautnya tidak kalah indahnya dengan bentangan alam yang ditawarkan.

Walaupun mungkin agak melelahkan, tapi dijamin Anda akan mendapatkan sensasi yang ditawarkan sepotong alam Flores yang indah.

Dalam perjalanan dari atau menuju Larantuka, jangan lupa ambil istirahat sejenak di pertengahan jalan antara desa Lewolaga dan Eputobi. Sambil menikmati kopi dan gorengan yang dijual penduduk lokal, Anda bisa menyaksikan pemandangan yang super indah dati tempat ini.

Pengendara yang menggunakan mobil pribadi dan sepeda motor selalu menjadikan tempat di ketinggian di sini sebagai perhentian favorit untuk berfoto dengan latar belang pulau Konga di tengah laut dan panorama teluk serta pulau Solor yang berada di belakangnya.


Objek Wisata Flores: Larantuka

Larantuka atau ‘Kota Reinha atau Tana Nagi  merupakan salah satu kota pusat pengembangan agama Katolik di wilayah timur pulau Flores. Berada di kaki Gunung Ile Mandiri dan diapit langsung oleh pantai Laut Sawu di selatan Flores, Larantuka menampilkan sebuah kota kecil yang indah dan menawan. Selama lebih dari empat abad Larantuka telah berkembang menjadi sebuah pusat budaya katolik di mana peranan kaum awam memegang peranan yang sangat penting.  

Kekhasan itu tidak lepas dari peranan para Raja Larantuka, para misionaris, peranan perkumpulan persaudaraan rasul awam (confreria), dan peranan semua Suku Semana serta perananan para Kakang (Kakang Lewo Pulo) dan para Pou (Suku Lema).


Ritual Pekan Suci – Semana Santa

Objek wisata Flores terkenal di Larantuka adalah Semana Santa. Sebuah penghayatan iman popular  yang sudah mentradisi di Eropa Latin “Semana Santa” dan Prosesi Jumad Agung atau “Sesta Vera”. Kedua ritual ini dikenal sebagai “anak sejarah nagi” juga sebagai ‘gembala tradisi’ di Tana Nagi-Larantuka. 


Ritual tersebut merupakan suatu masa persiapan hati seluruh umat Katolik secara tapa, silih dan tobat atas semua salah dan dosa, serta suatu devosi rasa syukur atas berkat dan kemurahan Tuhan yang diterima umat dari masa ke masa dalam setiap kehidupannya. Doa yang didaraskan, pun lagu yang dinyanyikan selama masa ini menggunakan bahasa Portugis / Latin.


Semana Santa adalah istilah orang Nagi terkait aktivitas selama masa puasa (40 hari) yang ditandai  dengan kegiatan doa bersama di kapela-kapela (tori).  Sedangkan Sesra Vera adalah prosesi Jumat Agung yang merupakan perarakan jenasah Yesus Kristus dengan pusat perhatiannya adalah Bunda Maria yang bersedih atau bunda berduka cita (Mater Dolorosa).  

Flores Timur, selain dikenal karena Semana Santa, juga memiliki beberapa objek wisata sejarah dan alam yang indah. Sekitar 5 km ke arah timur Larantuka, ada pantai Weri yang ditaburi pasir putih dan pemandangan pulau Adonara diseberangnya. 

Setelah puas menikmati keindahan Pantai Weri, anda bisa beranjak kurang lebih 5 kilometer lagi ke arah timur lagi menuju Desa Mudakeputu. Di desa ini anda bisa menyaksikan berbagai upaca adat, pun tarian tradisional seperti tari Hedung, soka palang Meraj dll. 



Objek Wisata Flores: Pulau Adonara

Di sebelah timur ada pulau Adonara, yang merupakan tempat pendaratan pertama orang-orang Portugis dalam perjalanan mereka menuju Maluku. Selain dikenal dengan pantai-pantainya yang indah, Adonara juga menyimpan sejarah peninggalan Portugis dalam bentuk sebuah benteng perlindungan, yaitu Benteng Lohayong. Karena diserang oleh penduduk lokal secara terus-menerus, orang Portugis akhirnya mengungsi ke barat dan mendaratlah mereka di Larantuka.

Benteng Lohayong sangat direkomendasi bila anda mengikuti paket wisata rohani ke Larantuka. Kesatuan antara Lohayong, Larantuka, Watu Cruz, Gereja Sikka dan Maumere mampu memberi peta konsep yang cukup memedai bagi anda tentang perjalanan Gereja Katolik di Indonesia, khususnya di Nusa Nipa – Flores. 

Adonara adalah sebuah pulau berukuran 50 km dari timur ke barat. Yang menarik dari Adonara adalah pantainya. kebanyakan berpasir putih dan batu karang hitam akibat akivitas magma di zaman lampau sehingga menciptakan kontras yang indah.

Bagian timur pulau Adonara ada gugusan pulau-pulau kecil yang dinamakan kepulauan Meko. Salah satu yang menarik adalah pulau Nuha Pasir Mutih. Pulau ini lebih merupakan sebuah pulau pasir putih hijau

toska yang sangat indah.

 


Objek Wisata Flores: Pulau Lembata

Pulau Lembata terletak di sebelah timur pulau Adonara. Objek wisata yang menarik dari Lembata tentu saja adalah budaya penangkapan ikan paus di desa Lama Lera. Sejak lama Lama Lera sudah dikenal sebagai salah satu tujuan wisata berkat tradisi pengangkapan ikan paus. Budaya ini tetap dipertahankan karena merupakan warisan leluhur dan sudah terkenal di seluruh dunia. 

Dengan perahu tradisional dan tekonologi manual, penangkapan paus ini menawarkan suatu eksotisme budaya tentang eksistensi manusia dalam hubungannya dengan alam.

Namun harus diingat, Lembata tidak hanya terbatas pada desa Lama Lera dengan tradisi penangkapan pausnya. Pulau ini juga menawarkan pesona lain, di antaranya:

Pantai Lewolein

Pantai rekreasi ini sangat indah dan memiliki keistimewaan yaitu komposisi letak dan panorama yang bisa membuat pengunjung berdecak kagum. Di bagian timur pantai terdapat tanjung kecil yang ditumbuhi pohon bakau yang besar dan rindang dengan bebatuan yang berserakan, cocok untuk tempat duduk untuk menyaksikan sunset dari Puncak Gunung Ile Ape. Di bagian barat terbentang pasir putih keabu-abuan dengan ombak yang tenang sangat cocok untuk mandi dan berjemur di atas pasir.


Sementara itu di bagian pantai, Teluk Lewolein yang menjorok ke laut dengan lambaian daun nyiur akibat tiupan angin sepoi-sepoi. Bagian tengah cocok untuk rekreasi keluarga dengan membentangkan tikar dibawah pohon-pohon kelapa sambil melihat pemandangan pantai dengan anak-anak berenang dan bermain serta bergembira bersama keluarga. Di depan pantai terdapat pula Pantai Nuhanera dengan taman laut yang indah dan cocok untuk wisata laut )snorkling, diving). Dari Lewoleba dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua atau roda empat kurang lebih 2 jam dengan menempuh jarak kurang lebih 21 km.

Pantai Pasir Putih Bean

 Pantai Pasir Putih Bean merupakan pantai pasir putih yang unik dalam bentuk kristal-krsital halus yang membentang dari barat ke timur sejauh ± 4 – 5 km dengan ombak laut yang bergulung terus menerus dan pecah secara teratur. Sangat cocok untuk berselancar maupun surfing. Pantainya yang cukup landai dan aman/tenang bagi pengunjung yang ingin berekreasi pantai. Disamping berenang, mandi, berendam dan berjemur diatas pasir putih yang bersih itu dapat dilakukan kegiatan wisata yang lain seperti panjat tebing, fotografi dan bersantai di bawah pohon-pohon pelindung yang sejuk dan indah. Pantai ini terletak di Desa Bean Kecamatan Buyasuri. Dari Lewoleba dapat dijangkau dengan kendaraan roda dua maupun roda empat kurang lebih 4 jam dengan menempuh jarak 78 km. Pengunjung dapat menyewa rumah-rumah penduduk sebagai home stay.


Itulah objek wisata Flores dari ujung Barat-Komodo hingga ujung timur desa Lala Lera yang kami ambil dan kami edit dari berbagai blog yang punya minat pada Flores. Dari dua postingan kami tentang objek wisata Flores ini, terbukti bahwa sesuai dengan namanya, Flores menyimpang keindahan yang tiada duanya.



Pulau Alor

Di sebelah timur Lembata ada pulau Alor yang kehidupan bawah lautnya sangat indah.

Alor menyembunyikan daftar panjang kemegahan, dari keajaiban bawah laut yang memesona hingga budaya unik masyarakat dataran tinggi.

Meskipun belum sepopuler  Raja Ampat  atau Pulau Komodo yang berdekatan  , perairan di sekitar nusantara menawarkan kacamata yang sama memesona – jika tidak lebih baik. Setidaknya ada 50 titik menyelam yang membentang dari Pulau Alor ke Pulau Pantar, dan beberapa pulau di sekitarnya. Beberapa situs terbaik ditemukan di sepanjang Selat Pantar.

Mereka yang cukup beruntung untuk mengalami menyelam di perairan ini mengatakan bahwa keindahan bawah laut Alor mengungguli mereka yang berada di Karibia. 

Alor Elok dan Alami

Dalam bukunya “Bali Timur”,  Fotografer Kal Muller  menggambarkan perairan di sekitar Alor sebagai murni, dipenuhi dengan berbagai makhluk menarik, dan disorot dengan tempat menyelam malam. Dia menganggap Alor sebagai surga bawah laut kelas dunia.

Sama seperti orang-orang Flores, orang  Alor juga masih mempertahankan cara hidup tradisional mereka. Budaya unik orang-orang Alorese paling baik diamati di kalangan  kelompok suku Takpala  yang tinggal di  desa Lembur Barat , Alor Utara-Tengah. 

Takpala masih mempertahankan konstruksi perumahan tradisional yang menyerupai piramida, ditutupi dengan daun kelapa, dinding anyaman bambu, dan empat pilar kayu utama.

Pulau Alor juga dikenal sebagai  Pulau Seribu Moko . Moko adalah kettledrum perunggu kecil yang diyakini berasal dari budaya Dong Son di Vietnam. Untuk mengamati artefak unik ini, orang dapat mengunjungi  Museum Seribu Mokos yang  terletak di kota utama  Kalabahi , di Pulau Alor. Museum juga menampilkan koleksi pakaian tenun Alor yang berbeda yang disebut  Kawate .

Felix

Seorang Guru SMA, tapi pernah menjadi Tour Leader dan Tour Planer di sebuah biro perjalanan ziarah wisata Katolik. Selain Guru, mendedikasikan diri untuk menjadi seorang Blogger, khususnya ziarah wisata Katolik.

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: