Flores – Incredible Destination from East Indonesia

wisataziarah.com. Flores – incredible destinataion from East Indonesia. Tidak berlebihan, demikian adanya. Ikuti paparannya di blog ini.

Mengapa Flores?

Filosofi Nama Nusa Nipa

Almarhum Pater Piet Petu, SVD, seorang pastor katolik sekaligus antropolog yang mendalami manusia Flores mengatakan bahwa nama yang  lebih tradisional dan indigenious untuk pulau Flores adalah Nusa Nipa.

Menurutnya, nama itu dirunut dari ungkapan-ungkapan suku-suku Flores. Orang Sikka, Lamaholot, Ngada, Lio maupun Manggarai memiliki pemahaman yang sama atas pulau ini. Mereka memahami tanah / nusa kediaman mereka  seperti seekor ular raksasa ( nipa ) yang berbaring; kepala di timur dan ekor di barat, ulu ledja gedju, eko ledja mele ( kepala di matahari terbit, ekor di matahari terbenam ).

Ada banyak alasan mengapa dinamakan Nusa Nipa :

  1. Sekilas kita lihat di Peta Indonesia Pulau Flores itu memanjang seperti ular dengan bagian ujung timur Pulau Flores hampir bebentuk spiral.
  2. Dilihat dari kekayaan alam dan banyak hutan yang masih dilindungi dan terjaga sehingga tidak menutup kemungkinan bahwa banyak ular di dalam pulau ini.
  3. Adanya mitologi dari penduduk setempat yang mempercayai Ular merupakan Nenek Moyang Masayarakat Nipa. Orang-orang Flores percaya bila ketika membuka ladang dan menanam padi ditemukan ular, mereka yakin ladang mereka akan menghasilkan panen yang melimpah.
Peta Nusa Nipa atau yang lebih dikenal Pulau Flores

Baca juga: Highlight 10 Objek Wisata Terbaik Flores Bagian Barat

Filosofi Nama Flores

Sedangkan “Flores” merupakan nama yang diberikan oleh orang Portugis saat pertama mendarat abad ke-16. Flores berasal dari kata cabo da flores artinya bunga. Selanjutnya nama itu secara resmi dipakai oleh Gubenur Hindia Belanda, Hendrik Brouwer sejak tahun 1636.

Flores lebih populer dan digunakan hingga sekarang.

Baik Nusa Nipa ataupun Flores adalah nama yang tepat bagi pulau yang berluas 14.300 km2 dan terletak di tenggara Indonesia itu.

Nusa Nipa menggambarkan sosok pulau itu. Dari udara ataupun dalam peta tampak seperti seekor ular yang sedang melata dengar kepala di timur dan ekor di barat. Sedangkan Flores mempresentasikan sebuah pulau yang indah dan menawan karena topografinya yang terdiri dari beberapa gunung berapi, deretan bukit-bukit dan plateau serta lembah-lembah yang tidak terlalu luas sehingga tampak sangat indah.

Inilah Flores

Konon, Flores diciptakan Tuhan saat sedang tersenyum sehingga senyuman itu tampak di mana-mana. Dan lagi, konon Kelimutu, danau tiga warna – satu-satunya di bumi ini adalah sepotong surga yang Tuhan tinggalkan di bumi sebagai anamneses akan kemurahan-Nya bagi alam semesta.

Danau 3 warna Kelimutu, sepotong surga di Nusa Nipa

Keindahan itu semakin lengkap dengan apitan beberapa pulau di bagian barat seperti Komodo, Padar dan Rinca serta pulau-pulau  di bagian  timur seperti Adonara, Lembata dan Alor.

Sayangnya, keindahan dan keanggunan itu baru mulai dikenal orang Flores, semenjak Komodo ditetapkan sebagai salah satu The Seven Wonder of Nature. Namun, bagi orang-orang Flores nama itu selalu abadi dan dibanggakan lewat ungkapan nada dan puisi.

Sebagai orang yang pernah menekuni dunia tourisme dan pariwisata secara profesional, saya berani mengklaim bahwa Flores adalah salah satu tujuan wisata yang lengkap, komplit dan dijamin akan memuaskan siapa saja.

Kekayaan Periwisata Flores

Wisata Alam

Flores itu bukan hanya indah tetapi juga kaya. Flores menawarkan objek wisata yang sangat-sangat lengkap. Niscaya kamu tidak akan kecewa.

Ada pantai-pantai yang indah mulai dari barat hingga timur. Komodo; tidak hanya dikenal sebagai “rumahnya” varanus komodoensis. Kehidupan bawah lautnya semakin dikenal dan diakui sebagai salah satu yang terkaya di dunia. Masih ada lagi pantai dengan pasir berwarna pink.

Juga ada danau-danau dan air terjun yang indah. Dulu orang luar hanya mengenal Danau 3 Warna Kelimutu. Danau Sano Nggoang, Ranamese, air terjun Cunca Rami, Ogi, hingga air terjun kembar Moro Sabe di Sikka juga semakin populer.

Baca juga: Highlight 10 Objek Wisata Terbaik Flores Tengah

Wisata Budaya

Selain itu, Flores juga memiliki kekayaan budaya. Maih banyak kampung tradisional yang dirawat dan menjadi hunian.

Dewasa ini, kampung tradisional Wae Rebo di Manggarai, Bena, Tolo Lela, atau Wogo di Ngada,kampung Wolo Topo di Ende dan kampung Dokar di Sikka, mengundang ribuan turis dalam negeri dan manca negara.

Lewat kampung tardisional itu, kita bisa melihat perjalanan kebudayaan manusia. Mau tau seperti apakah buadaya tradisional manusia? Datanglah ke Flores.

Gajah dan Manusia Purba

Bukan hanya itu. Flores juga kaya akan peninggalan ribuah tahun lalu. Untuk mencari tahu tentang sejarah peninggalan masa lalu, Anda bisa mengunjungi Museum Blikon Blewut yang Ledalero, Kabupaten Sikka. Museum ini sudah berdiri sejak 1949, oleh P. Theodor, SVD dimana ia melakukan penelitian lapangan bersama teamnya. Sebagian besar barang yang ada dalam museum ini adalah hasil penemuannya. Museum yang kaya nilai historis ini dinamakan BIKON BLEWUT oleh Pater Piet Petu, SVD pada Tahun 1983 dan menjadi salah satu tujuan para wisatawan, terutama wisatawa asing.

Dalam museum ini Anda bisa melihat sejumlah fosil, di antaranya fosil gajah raksasa yang pernah menguasai Flores dahulu kala, kerangka manusia purba Homo Floresiensis serta sejumlah benda lainnya terkait misteri Flores.

Tidak berlebihan bila dikatakan bahwa Flores berpotensi menawarkan semua hal yang dibutuhkan manusia modern dewasa ini di tengah trend back to nature.

Wisata Religi

Sekitar 87% orang Flores adalah penganut Katolik yang taat. Agama ini dibawa oleh orang-orang Portugis. Karena sering diserang oleh penduduk asli yang mayoritas beragama Islam, Portugis berpindah ke Flores daratan. Tempatnya sekarang bernama Larantuka.

Karena berinteraksi dengan penduduk yang beragam asli, kehadiran katolik lebih diterima di sini. Dari sinilah, agama Katolik menyebar ke mana-mana hingga Flores bagian barat.

Salah satu peninggalan Portugis adalah tradisi Semana Santa, sebuah budaya yang berasal dari negara-negara latin seperti Portugis, Spanyol dan Perancis bagian selatan.

Budaya ini tetap dipraktekkan orang-orang Larantuka hingga saat ini. Bukan saja sebagai seremoni rohani tetapi telah berkembang menjadi objek tourisme. Banyak orang datang ke Larantuka selama Pekan Suci. Mereka turut larut dalam praktek kesalehan yang sudah berusia 500 tahun ini.

Bahkan banyak juga turis mancanegara yang menjadikan Semana Santa sebagai agenda wisata mereka.

Baca juga: Highlight 10 Objek Wisata Terbaik Flores Timur

Jadi, benarkanI? Flores itu diciptakan saat Tuhan sedang tersenyum.

Felix

Seorang Guru SMA, tapi pernah menjadi Tour Leader dan Tour Planer di sebuah biro perjalanan ziarah wisata Katolik. Selain Guru, mendedikasikan diri untuk menjadi seorang Blogger, khususnya ziarah wisata Katolik.

Leave a Reply

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: