Kuliner dan Oleh-Oleh Khas Yogyakarta

wisataziarah.com. Untuk melengkapi informasi, kami akan paparkan beberapa kuliner khas Yogyakarta sebagai referensi bagi Anda saat mengunjungi Yogyakarta.

Yang jelas, Yogyakarta  bukan hanya candi dan keraton. Juga bagi Anda yang Katolik, Yogyakarta juga bukan cuma  tempat ziarah.  

Kalau kamu berlibur dan ziarah ke Yogyakarta, selain menyusuri Malioboro yang terkenal itu,  jangan lupa rasakan kulinernya.  Karena Yogyakarta,   selain punya objek wisata dan ziarah yang menarik, juga punya warisan kuliner yang sayang untuk dilewatkan. 

Karena itu, di sini kami sajikan makanan khas Yogyakarta

Gudeg

 Gudeg adalah makanan khas Yogyakarta khususnya dan Jawa Tengah umumnya. Bahan dasar gudeg adalah nangka muda yang dimasak dalam waktu yang lama. Gudeg biasanya berwarna coklat. Warna itu dihasilkan oleh daun jati yang dimasak bersamaan dengan nangka.

Gudeg biasanya disajikan dengan kuah santan yang amat kental, areh namanya bersama dengan  nasi, opor ayam kampung, telur yang digodok dengan daun jambu sehingga berwarna coklat atau tekus rebus biasa, tempe dan tahu bacem serta  sambal goreng krecek .

Paling tidak ada tiga  varian gudeg, yaitu:

  1.  Gudeg kering,  yaitu gudeg yang disajikan dengan arah kental jauh lebih kental daripada santan pada masakan Padang.
  2.  Gudeg basah yaitu gudeg yang disajikan dengan areh yang agak  encer
  3.  gudeg Solo yaitu gudeg yang arehnya berwarna putih

 Gudet memang sangat enak dan dapat ditemukan di mana saja di Yogyakarta. Namun, tidak semua gudeg di Yogyakarta itu nikmat dan bercita rasa khas. Kamu harus pandai mencari yang gudeg yang dimasak dengan pas sehingga rasa aslinya bisa memuaskan lidah dan juga perut.

Bagi kamu yang  ingin mencicipi kuliner Yogyakarta yang satu ini, kami berikan beberapa rekomendasi:

Gudeg Bu Djum

Gudeg Bu Djum adalah menu paling melegenda di Yogyakarta dan resepnya sudah diturunkan hingga  4 generasi. Dengan sajian gudeg kering, pengunjung bisa membeli dalam jumlah jumlah banyak untuk oleh-oleh atau dinikmati langsung di lokasi. 

Warung gudeg Bu Djum kerap memperbolehkan wisatawan ke dapur dan menyaksikan proses pembuatan gudeg. 

Aalamat: Jalan Wijilan No. 31,  Panembahan, Keraton,  Yogyakarta.

Telepon:  0813  2832 2222 

Jam operasional:  06.00 – 22.00 wib

Harga sekitar Rp 30.000 per porsi.

Gudeg Mercon Bu Tinah

Kami rekomendasikan gudeng Bu Tinah ini untuk Anda yang tidak terlalu menyukai rasa manis dan lebih menyukai rasa pedas. 

Bila kebanyakan gudeg Yogyakarta menonjolkan rasa manis dan gurih, gudeg  buatan Bu Tinah  justru memberikan rasa pedas yang menggigit.  Seporsi gudeg  warung yang telah berdiri sejak 1998 ini terdiri dari gudeg yang tidak terlalu manis, krecek super pedas dengan irisan cabe, tumis sayur dan lauk yang bisa disesuaikan dengan selera pengunjung.

Alamat: I. Asem Gede no. 8, Cokrodiningratan, Jetis.

Jam operasional:  21.00 – 01.00 dini hari.

Harga:  sekitar Rp25.000./porsi

Gudeg Bu Tjitro “1925”

Bila mau membawa pulang gudeg sebagai oleh-oleh,  Gudeg Bu Tjitro adalah pilihan yang tepat. Selain bisa mencicipi langsung di warungnya, Gudeg Bu Tjitro juga menyediakan gudeg yang dikemas dlama kaleng yang bisa bisa bertahan sampai 4 hari.

Bila dimakan di tempat, nikmati satu kepal nasi punel ditambah gudeg setengah kering, ayam bumbu santan kuning dan juga krecek agak pedas. Dijamin enak dan berkesan. 

Alamat: Jl.  Janti, No. 330, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta.

Telepon: 0274  – 564734

Harga: Rp. 35.000  –  Rp. 50.000 per porsi.

 Sate Klatak

 Sate Klatak adalah hidangan sate kambing asal Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul. Berbeda dengan sate pada umumnya, bumbu  sate Klatak biasanya memakai garam dan lada saja. Bila sate pada umumnya menggunakan bambu atau lidi sebagai tusukannya, sate klatak menggunakan besi jari-jari sepeda sebagai tusukan.  

Besi ini berfungsi juga sebagai penghantar panas yang membuat satenya matang hingga bagian dalam. 

Dinamakan sate Klatak karena sate yang hanya menggunakan garam dan lada ini, saat  dibakar  menimbulkan bunyi “klatak …. klatak …. klatak” dari garam yang terbakar apa. 

Rekomendasi Sate Klatak Yogyakarta:

Surga sate klatak ada di bagian selatan Yogyakarta, persisnya di daerah Pasar Jejeran Bantul Yogyakarta. Jika anda ingin mengunjunginya berikut rekomendasi warung sate yang populer:

Sate Klatak Pak Bari.

Warung sate klatak Pak Bari  terletak di dalam pasar Jejeran,  Wonokromo, Jl.  Imogiri Timur No. 5 Wonokromo, Pleret Wonokromo,  Bantul.

Warung  sate Pak Bari ini biasanya buka dari pkl. 18.00  sampai habis.

Biasanya waktu yang paling ramai adalah akhir pekan.  Karena itu, bila mau mencicipi sate klatak Pak Bari di akhir pekan kami rekomendasikan Anda datang lebih awal.

Sate Klatak Pak Jeje.

Warung  sate Klatak Pak Jeje bisa ditemukan di alamat Jl.  Magelang, KM.  6,5, Jombor Lor,  Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Selain sate Klatak warung sate Pak Jeje juga menjual sate lain seperti sate bumbu gulai daging dan sate goreng.

Sate Klatak Pak Pong.

Ini adalah warung  sate klatak paling legendaris di Yogyakarta.  Anda bisa menyambanginya di alamat, Jalan Sultan Agung No.  18 Jejeran 2 Wonokromo,  Kecamatan Pleret – Bantul.

Bakpia

Bakpia  sebetulnya berasal dari  Hokkian yaitu dari kata “bak” yang berarti daging dan “pia” yang berarti kue.  

Jadi secara harafiah bakpia artinya roti berisikan daging. Namun, di Indonesia karena mayoritas Islam, oleh orang-orang Tionghoa,  bakpia dikemas secara baru. Biasanya bakpia adalah kue campuran kacang hijau dengan gula yang dibungkus dengan tepung lalu dipanggang. 

Di Yogyakarta, Bakpia sudah lama dijadikan oleh-oleh khas. Mula pertama,  bakpia diproduksi di kampung Patuk. Dahulu mereka belum menyadari pentingnya merek, sehingga bakpia olahan mereka lebih dikenal berdasarkan nomor rumah pembuatnya.

Ketika dicari pendatang, mereka diantar oleh tukang becak ke rumah-rumah penduduk berdasarkan nomor tertentu yang memproduksi bakpia sehingga muncul 75, 25, 53 satu, 125 dan sebagainya.  

Lama kelamaan, bakpia mereka lebih dikenal dengan nama Bakpa Pathuk 75, 25, 53 dan seterusnya. 

Karena sudah sangat terkenal dan dijadikan oleh-oleh wajib bila bepergian ke Yogyakarta, muncul pula nama-nama bakpia yang tidak terkait dengan kampung Pathuk seperti Bakpia Java, Ayu, Sista dan lain-lain. 

Dewasa ini ada lebih dari 100 merk bakpia. Di antara bakpia yang sering dicari pembeli ialah Bakpia Kurnia Sari, bakpia 145, bakpia 75, Bakpia 25, bakpia merlino;, bakpia Java, bakpia Kencana. masing-masing memiliki ciri khas yang unik. 

Bakpia yang kami rekomendasikan untuk Anda:

Bakpia Patuk 25

Yang terkenal pertama adalah bakpia patuk 25 sebagai rekomendasi awal dan  bisa dijadikan pilihan.

Alamat: Jalan Bhayangkara ng 1 Nomor 1 Sanggrahan Ngampilan.

Buka jam 8 sampai 16.00

Bakpia Patuk 75

Juga sangat rekomended. Sebagaimana bakpia patok 25, bakpia Patuk 75 juga di produksi dengan metode tradisional sampai sekarang. Di tengah inovasi produk bakpia yang baru bermunculan bakpia Patuk 75 dan bakpia pathok 25 tetap bertahan dengan cita rasa original. Alamat, Jl.  Karl Satsuit Tubun no.  75 Ngampilan Yogyakarta.

Buka jam 07.00 – 22.00 WIB. 

Bakpia Kencana

Memiliki daya tarik pada kulit nya yang tipis sehingga memiliki isian yang lebih banyak. Terdapat varian bakpia kering dan bakpia basah selain varian rasanya. Apabila dijadikan oleh-oleh untuk dibawa pulang  bakpia kering lebih awet.

Alamat: Jl. HOS   Cokroaminoto No. 16, Pakuncen, Wirobrajan. 

Buka: pkl  07.00 –  20.00.

Tengkleng

Makanan sejenis sup dengan bahan utama tulang kambing. Makanan ini sebetulnya khas Solo. Konon,  pada zaman penjajahan,  hanya orang-orang Belanda dan bangsawan yang bisa menikmati masakan daging kambing.

Mereka biasanya menyisakan kepala,  kaki dan tulang saja untuk para pekerja dan tukang masak. Oleh para pekerja dan tukang masak, bagian-bagian yang tidak mengandung banyak daging itu diolah sedemikian sehingga layak untuk dimakan.

Dari sisi penampilan, tengkleng mirip dengan gulai kambing tetapi kuahnya lebih encer. Ada juga tengkleng dengan sedikit kuah dengan rasa yang enak. 

Warung Tengkleng Yogyakarta yang rekomended untuk Anda:

Tengkleng Gajah

Warung ini terletak di Jl. Kaliurang KM. 9.3, Bulurejo, Minomartani, Ngaglik, Sleman.  Menurut banyak review, tengkleng Gajah adalah warung tegkleng yang terkenal murah tapi enak.

Tengkleng Benjoyo.

Warung tengkleng Benjoyo berada di Jl. Parangtritis, tepatnya di sebelah timur Pojok Beteng.  Yang khas dari warung ini adalah Anda dapat memeilih senndiri isian untuk tengkleng kesukaan Anda. 

Tengkleng Solo Timoho.

Berada di tempat yang sedikit tersembunyi tidak bisa menafikan sajian tengkleng yang enak. Warung Tengkleng Solo Timoho berada di Jl. Kerto No. 8, tepatnya sebelah barat SGM.

Tengkleng Pak Udin.

Warung tengkleng Pak Udin bukan saja menyediakan tengkleng tetapi juga sate kambing. Anda dapat menemukan warung tengkleng Pak Udin di Jl. Kaliurang KM. 7, Kayen – Condongcatur, Kecamatan Depok, Sleman.

Tengkleng Kerto.

Warung ini terletak di Jl. Kerto, No. 12, Muja Muju, Umbulharjo. Berdasarkan review, engkleng Kerto terkenal akan kelezatannya. 

Penutup

Iitulah ah  beberapa kuliner khas Jogja. Bila Anda berziarah atau berwisata ke Yogyakarta, jangan lupa sempatkan diri anda untuk mencicipi kuliner khas Jogja di atas.

 Anda juga bisa membawa pulang beberapa jenis kuliner utama penganan atau kue seperti bakpia Patuk untuk dijadikan oleh-oleh.

demikianlah  beberapa jenis kuliner khas Jogja. Mudah-mudahan bisa memberikan referensi kepada anda ada ketika berkunjung ke Yogyakarta,  entah sebagai wisatawan atau sebagai peziarah. 

Apa yang disajikan di atas  hanyalah beberapa contoh kuliner khas Yogyakarta. Masih banyak jenis kuliner lainnya yang  bersih, murah dengan rasa dominan manis. 

 Sekian dan terima kasih.

Felix

Seorang Guru SMA, tapi pernah menjadi Tour Leader dan Tour Planer di sebuah biro perjalanan ziarah wisata Katolik. Selain Guru, mendedikasikan diri untuk menjadi seorang Blogger, khususnya ziarah wisata Katolik.

One thought on “Kuliner dan Oleh-Oleh Khas Yogyakarta

Leave a Reply

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: