Ziarah: Praktek Kesalehan Katolik Mendekatkan Diri Kepada Tuhan

wisataziarah.com. Ziarah katolik itu beda dengan wisata jalan-jalan. Ziarah adalah praktek kesalehan katolik mendekatkan diri kepada Tuhan. Sedangkan, liburan adalah masa penangguhan pekerjaan, pelajaran atau aktivitas rutin lainnya. Tujuannya adalah untuk beristirahat dan mengisi energi baru. Liburan bisa diisi dengan perjalanan wisata, pergi ke luar kota atau melakukan hobi.

Ziarah memiliki arti yang berbeda. Zaiarah adalah “perjalanan” panjang ke suatu tempat suci sebagai tindakan pengabdian religius untuk memberikan penghormatan atau untuk maksud tertentu.

Ziarah bukanlah waktu melepaskan diri dari rutinitas, istirahat dan memanjakkan diri. Tetapi waktu untuk merefleksi dan menyerahkan diri dalam pengorbanan dan doa.

Dalam banyak kasus, ziarah justru menyita waktu, menguras tenaga dan biaya.

Berkorban dalam ziarah selalu punya imbalan

Saat menyambut Jubilee of Mercy tahun 2016, Paus Fransiskus, menyampaikan pemikirannya tentang ziarah dalam sebuah audiensi di Lapangan Santo Petrus. 

“Ziarah tidak sama dengan berlibur. Berziarah ke tempat suci adalah salah satu ekspresi umat Allah yang paling fasih… . Adalah keliru untuk berpikir bahwa mereka yang berziarah menjalankan spiritualitas yang tidak pribadi melainkan massa.  Kenyataannya, peziarah membawa dalam dirinya sejarah dan keyakinannya sendiri serta cahaya dan bayangan hidupnya sendiri.  Setiap orang yang membawa dalam hati keinginan khusus da doa tertentu. Mereka memasuki tempat ziarah segera merasa di rumah, disambut, diimplementasikan dan didukung. ”  

Tujuan Ziarah Katolik

Jelas, ziarah bukanlah kesempatan untuk istrahat dari tugas-tugas rutin. Tetapi  suatu panggilan, yaitu tanggungjawab iman kita sebagai murid Yesus. 

Dalam perjalanan ziarah, kita “bertemu” dengan Tuhan di mana Dia menyatakan diri. Ziarah  memanggil kita untuk “transit” sejenak dari dunia kita kepada hadirat Tuhan. 

Ziarah mendapatkan perhatian khusus dari Gereja Katolik. Karena memiliki tujuan yang lebih luhur.

Tujuan itu diringkas oleh Paus Benediktus XVI tahun 2010 di Basilica Santiago da Compostela. Ia mengatakan:

“Berziarah tidak hanya mengunjungi suatu tempat untuk mengagumi kekayaan alam, seni atau sejarahnya. Pergi berziarah sesungguhnya berarti keluar dari diri kita sendiri untuk bertemu dengan Tuhan di mana Ia telah menyatakan diri-Nya, di mana rahmat-Nya telah bersinar dengan kemegahan khusus dan menghasilkan buah-buah pertobatan dan kesucian yang kaya di antara mereka yang percaya.”  

Tradisi Ziarah Umat Beriman 

Praktek ziarah tidak pernah akan punah

Sebagai sebuah perjalanan, ziarah mengingatkan perjalanan hidup kita yang memiliki awal dan akhir. Kita berjalan menuju ke akhir itu, yaitu bersatu dengan Tuhan sendiri secara definitif. 

Ditinjau dari pemahaman ini, maka praktek ziarah sudah dilakukan sejak Bapa Umat Beriman – Abraham.

Dalam Perjanjian Lama, kita membaca bagaimana Abraham keluar secara definitif dari rumah bapanya dan kaum keluarganya dan melakukan perjalanan ke Tanah yang Dijanjikan. Semula ia  mendapati diri sebagai orang asing namun terbukti Tanah itu menjadi kediaman kaum keturunannya . 

Kitab Perjanjian Lama Penuh dengan Kisah Peziarahan. 

Yang paling terkenal, tentu saja peziarahan umat Israel, keluar dari perbudakan Mesir menuju Tanah Terjanji yang memakan waktu 40 tahun. Sebuah peziarahan yang penuh dengan kisah kesetiaan dan penyertaan TUHAN lewat peristiwa-peristiwa spektakuler dan pengkhianatan dan sikap kekanak-kanakan bangsa Israel. 

Peziarahan itu tidak berhenti ketika Israel sudah menetap di Tanah Terjanji. Paling tidak 3 kali setahun orang-orang Yahudi diharuskan melakukan perjalanan ziarah ke Bait Allah di Yerusalem. Yaitu saat Hari Raya Paska, Pentakosta dan Hari Raya Pondok Daun.

Walaupun sulit dan berat, perjalanan ziarah Yahudi dipenuhi dengan puji-pujian  dan hormat. Mereka biasanya menyanyikan atau mendaraskan Mazmur 24, 84, 118, 120-134. 

Sebagai orang Yahudi, Yesus juga melakukan perjalanan ziarah itu. Lukas 2: 42-52 memberitahu kita bagaimana Maria dan Yusuf harus kembali lagi ke Yerusalem setelah mereka tidak menemukan Yesus dalam perjalanan pulang ke Nasareth setelah merayakan Paska di Yerusalem.  

Praktek Peziarahan Katolik

Dalam dunia katolik, ziarah sudah dipraktekkan sejak awal mula lahirnya kekristenan.  

Praktek pertama ziarah kekristenan ditujukan ke tempat-tempat pelayanan Yesus historis di Tanah Suci. 

Peziarahan ke Tanah Suci

Origenes dari Alexandria melakukan ziarah ke Tanah Suci dengan tujuan mencari jejak Yesus, para murid dan para nabi. 

Perjalanan ziarah Santa Helena, ibu Kaisar Kontantinus ke Tanah Suci dalam rangka “menemukan jejak” Yesus tahun 326 menjadi awal tradisi peziarahan ke Tanah Suci. 

Praktek itu difasililtasi dengan pembangunan basilika oleh Kaisar Konstaninus di situs paling penting kristiani, yaitu tempat kelahiran serta  kematian dan kubur kosong peninggalan Yesus

Selanjutnya, Cyrilus – uskup Yerusalem mempromosikan  ziarah dan memutuskan bahwa peziarahan ke Tanah Suci, terutama ke Yerusalem, menjadi aspek sentral praktek kesalehan kristiani.

Apa yang dilakukan oleh Santa Helena serta pembangunan Gereja Holy Sepulchre dan Nativity serta promosi Uskup Yerusalem di atas menandai praktek peziarahan ke Tanah Suci hingga saat ini. 

Praktek ziarah  pertama dari Eropa dilakukan oleh seseorang anonim dari Bourdeaux tahun 333. Selanjutnya, Egeria, seorang wanita Spanyol menuliskan perjalanan ziarahnya ke Tanah Suci antara tahun 381 – 384 secara rinci kepada sekelompok temannya.

Praktek  perjalanan ziarah ke Tanah Suci menjadi impian bagi banyak orang Eropa hingga Abad Pertengahan. Mereka melakukannya sebagai praktek kesalehan serta penghapusan dan silih atas dosa.

Bahkan praktek peziarah ini memicu terjadinya Perang Salib. Perang untuk melindungi para peziarah Eropa dari sergapan para penyamun serta upaya merebut kembali situs-situs tersuci kekristenan dari tangan Islam.

Dewasa ini, praktek peziarahan itu masih tetap dilakukan dengan cara yang berbeda. 

Kalau dulu, perjalanan dilakukan lewat darat menyusuri wilayah dan topografi yang berat. Sekarang peziarahan itu dilakukan dengan jalan udara untuk mengunjungi situs-situs penting baik di Yerusalem dan Betlehem maupun tempat-tempat lain yang erat kaitannya dengan kisah sejarah pelayanan dan pengajaran Yesus.

Baca juga : Yerusalem Kota Suci Agama Wahyu

Tempat Ziarah  Katolik di Eropa

Medjugorje – tempat ziarah populer kontemporer

Perjalanan penuh bahaya serta aneksasi situs-situs kristiani di Tanah Suci membuat umat beriman Eropa Abad Pertengahan melakukan praktek kesalehan peziarahan ke tempat-tempat terjadinya peristiwa adikodrati atau tokoh saleh disemayamkan. 

Eropa memiliki banyak sekali tempat peziarahan tradisional dan tetap terkenal hingga sekarang.

Beberapa di antaranya adalah:

  1. Camino de Santiago – Spanyol: Jalur peziarahan katolik yang mengarah dan berakhir di Katedral Santo Yakobus ( = Santiago dalam bahasa Spanyol ) di Santiago da Compostela. Diyakini bahwa Santo Yakobus Rasul telah mewartakan Injil di Spanyol dan jenasahnya di makamkan di katedral ini.

Secara tradisional, peziarahan orang beriman dimulai dari pintu rumah mereka dan berakhir di katedral Santo Yakobus di Santiago.

Saat ini, rute peziarahan sejak abad ke-9 ini mengalami “kebangkitan kembali”. Dalam tahun-tahun terakhir, ribuan peziarah telah mengambil bagian dalam peziarahan ini.

  1. Medjugorje di Bosnia-Herzegovina: Salah satu situs ziarah katolik kontemporer yang diesmikan Vatikan pada Mei 2019.

Tempat ini menjadi terkenal karena Bunda Maria telah menampakkan diri kepada enam remaja setempat sejak tahun 1981. 

Bunda Maria dapat disaksikan oleh pengunjung lain dalam fenomena matahari berputar dan berubah warna di hadapan mereka. 

  1. Fatima – Portugal: Tahun 1917, Bunda Maria menampakkan diri kepada tiga remaja yang sedang mengembalakan domba di padang rumput. 

Ibu Tuhan itu telah menyampaikan 3 pesan penting bagi yang harus menjadi perhatian Gereja.

Pesan pertama dan kedua dipublikasikan tidak lama setelah penampakkan. Namun pesan ketiga tetap menjadi kontroversi hingga saat ini dan tidak sepenuhnya disampaikan secara gamblang oleh Gereja. 

  1. Lourdes – Perancis: Ini adalah tempat ziarah katolik paling populer. Paling tidak enam juta peziarah memadati tempat ini setiap tahunnya. 

Eksistensi Lourdes terkait dengan penampakkan Bunda Maria sebanyak 18 kali kepada seorang gadis petani – Bernadette Sobiros. 

Ibu Tuhan itu memperkenalkan diri sebagai “Dikandung Tanpa Noda”. Istilah inilah yang membuat pastor parokinya kaget dan langsung percaya bahwa Bunda Maria benar-benar menampakkan diri kepada Bernadette. Mengapa? Karena “Dikandung Tanpa Noda” adalah Doktrin  yang baru saja dikeluarkan oleh Gereja tetapi belum disosialisasikan secara masif kepada umat apalagi awam petani seperti Bernadette. Sehingga, “bagaimana mungkin Bernadette mampu menyebutkan istilah itu secara lancar, familiar dan tanpa salah?”

Dalam penampakkan itu, Bunda Maria menyuruh Bernadette untuk menggali tanah. Dari galian itu keluarlah mata air yang hingga hari ini menjadi sumber mukjizat di Lourdes. 

Ziarah terpopuler karena jutaan kisah mukjizat yang dialami peziarah manca negara

Tempat peziarahan ini terkenal akan banyaknya kisah-kisah mukjizat yang terjadi. Bahkan untuk penyakit yang mustahil disembuhkan menurut dunia kedokteran. Di Lourdes, penderitanya bisa mengalami kesembuhan. 

Bernadette, penyaksi tunggal penampakkan Lourdes sendiri akhirnya mengabdikan hidupnya menjadi seorang biarawati kontemplatif.

Tuhan menghadiahkan kepadanya anugerah tubuh tetap utuh walaupun sudah dikuburkan selama 25 tahun. 

Ia telah diberi gelar Santa, lengkapnya Santa Bernadette. Jenazahnya disemayamkan di dalam peti kaca di Biara Nevers dan menjadi salah satu objek ziarah yang cukup terkenal di Perancis tengah. 

Roma dan Vatican

  1. Vatican – Roma: ini adalah pusat Keuskupan Agung Roma sekaligus menjadi jantung Gereja Katolik semesta.

Keberadaan Vatican menjadi Jantung Gereja semesta terakit erat dengan tradisi dan Kitab Suci. 

Dalam Injil, Petrus diangkat menjadi dasar Gereja-Nya. Setelah Pentekosta, para rasul memiliki keberanian dan tekad yang kuat untuk menyebarkan injil ke seluruh dunia.

Petrus akhirnya tiba di Roma dan akhirnya menjadi Uskup di Roma. Karena Petrus yang telah diangkat menjadi dasar Gereja Kristus menjadi Uskup di Roma, maka secara tradisi siapapun yang diangkat menjadi Uskup Roma memiliki status Primat Petrus untuk menjadi Pemimpin Gereja semesta.

Dewasa ini, Vatican yang luasnya hanya 49 hektar adalah juga sebuah negara resmi yang memiliki posisi dan kedudukan yang sama dengan negara-negara modern lainnya. 

Vatikan menjadi objek peziarahan katolik karena Petrus Rasul dimakamkan di sini. 

Menurut tradisi, ketika terjadi pembunuhan dan penganiayaan terhadap orang-orang kristen, Petrus mau melarikan diri. 

Di tengah perjalan, ia berpapasan dengan seseorang yang justru berjalan memasuki kota Roma. 

Petrus bertanya, “Quo vadis?” 

Orang itu menjawab, “Aku mau ke Roma untuk disalibkan sekali lagi.”

Petrus menyadari bahwa orang itu adalah Yesus. Ia akhirnya kembali ke Roma dan menerima hukuman mati. 

Ia akhirnya meminta agar disalibkan dengan kepala ke bawah. 

Tradisi inilah yang melahirkan simbol salib kepala ke bawah. Jadi simbol salib ke bawah bukanlah simbol anti-kristus seperti yang digembar-gemborkan. Tetapi simbol itu merujuk pada penghukuman Petrus Rasul. 

Masih banyak tempat-tempat ziarah di Eropa yang bahkan masih dipraktekkan hingga sekarang.

Nanti akan kami presentasikan di kesempatan lain.

Praktek Ziarah Katolik di Indonesia

 Gereja Katolik belum lama hadir di Indonesia. Namun demikian, sudah ada banyak sekali tempat ziarah katolik yang hadir di sini. Bila belum punya dana ke Tanah Suci, Anda tetap bisa ziarah untuk mempraktekkan Kesalehan Katolik Anda, Mendekatkan Diri Kepada Tuhan di dalam negeri.

Di sini kami tampilkan beberapa tempat ziarah yang ada di Indonesia.

Tempat Ziarah Katolik di Jawa Tengah dan Yogyakarta

Yogyakarta dan Jawa Tengah memiliki kantong-kantong kekristenan, terutama katolik. Itulah sebabnya di daerah ini muncul banyak tempat-tempat ziarah.

Tujuannya adalah untuk memfasilitasi praktek kesalehan populer di kalangan umat berbudaya Jawa. Secara tradisi, masyarakat Jawa memiliki budaya “nyekar” sebagai ekspresi ziarah.

Itulah sebabnya, tradisi ziarah cukup populer di kalangan masyarakat Jawa, termasuk mereka yang beragama Katolik.

Stasi Jalan Salib di Gua Maria Poh Sarang

Untuk mengakokomodasi kebutuhan ini, Gereja lokal membangun banyak sekali tempat-tempat peziarahan, di antaranya: berupa gua Maria , di antaranya:

  1. Sendangsono
  2. Kerep – Ambarawa
  3. Sendang Sriningsih – Klaten
  4. Gua Maria Jatiningsih -Klepu
  5. Sumur Kitiran Mas – Pakem
  6. Candi Hati Kudus Ganjuran – Bantul
  7. Gua Maria Tritis – Gunung Kidul
  8. Ratu Kenya – Wonogiri
  9. Gua Maria Mojosongo – Solo

Dan masih banyak lagi. 

Baca juga: Most Recomended Catholic Site Pilgrim in Central Java

Tempat Ziarah Katolik di Banten, Jawa Barat dan Jawa Timur

Banten dan Jawa Barat

Walaupun prosentase umat Katolik Jawa Barat sangat sedikit, namun daerah ini memiliki beberapa tempat ziarah yang cukup terkenal. 

Di Banten ada Gua Maria Kanada – akronim dari Kampung Narindang Dalam. Gua Maria yang bersih dan nyaman ini dan menjadi favorit umat Katolik Jabodetabek. Mudah dicapai dan bisa digabungkan dengan wisata ke Pantai Carita.

Di Bandung ada Gua Maria Karmelit. Dulu, tempat ziarah ini terbuka untuk umum sehingga banyak orang Katolik Jakarta yang menyempatkan diri berziarah ke tempat ini saat akhir pekan di Bandung. 

Namun, saat ini Gua Maria Karmel tidak lagi terbuka untuk umum. Hanya digunakan untuk kepentingan spiritual para suster konemplatif Karmelit. 

Sawer Rahmat adalah Gua Maria yang berada di desa Cisantasa – Cigugur – Kuningan ini. Berada di ketinggian bukit dengan kondisi jalan bertangga yang sengaja dibuat semakin sulit.  

Di tengah infrastruktur yang semakin bagus, Sawer Rahmat sangat mudah dijangkau dan menjadi tempat ziarah yang sangat ramai untuk umat katolik dari berbagai kota di Jawa barat dan Jakarta.

Jawa Timur

Jawa Timur juga memiliki tempat ziarah katolik. Yang paling terkenal tentu saja adalah Gua Maria Poh Sarang di Kediri.

Ada beberapa keunikan Poh Sarang:

  1. Berada di area Gereja berarsitektur Hindu Jawa dan Eropa.
  2. Gua Maria Poh Sarang dibangun semirip mungkin dengan Groto Misabile di Lorudes, di mana Patung Bunda Maria ditempatkan ditempat yang mengatur penampakan Bunda Maria kepada gadis remaja Bernadette Sobiros. Itulah batasan Poh Sarang sering disebut Gua Maria Lourdes Indonesia.
  3. Stasi Jalan Salib. Patung pelengkap stasi Jalan Salib Yesus adalah replika total dari patung-patung jalan salib di Bukit Penampkan Lourdes saat ini.

Selain Gua Maria Poh Sarang, di Jawa Timur juga terdapat Gua Maria Sendang Purwaningsih

Terletak di desa Purworejo, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang. Sendang Purwaningsih menyediakan berbagai fasilitas yang mendukung umat untuk mendekatkan diri kepada Tuhan lewat Bunda Maria.

Umat ​​Katolik di Desa Klepu, Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo rupanya bergitu terinspirasi dengan Gua Maria Lourdes Poh Sarang.

Itulah yang berhasil secara swadaya membangun sebuah tempat peziarahan yang bernama Gua Maria Fatima. Tentu saja Fatima mengingatkan kita akan penampakan Bunda Maria di Fatima tahun 1917 kepada 3 anak gembala di padang cova da ira. 

Tidak terlalu lama setelah penampakan Bunda Tuhan kepada Bernadette di gua Misabile di Lourdes- pegunungan Pirene – Perancis Selatan. 

Berada di Gunung Wilis, 35 km ke arah timur Ponorogo, Gua Maria Fatima dibangun dengan konsep selaras alam. Hutan yang asri dengan udara pegunungan yang terus mengalir di sekitar Gua Maria menjadikan Gua Maria Fatima Ponorogo sangat direkomendasikan untuk dikunjungi.

Tempat Ziarah katolik di Nusa Tenggara Timur

Flores sudah menerima kekatolikan sekitar 500 tahun. Ditandai dengan kedatangan Portugis dan meninggalkan pengaruh kekatolikannya di Sikka dan Flores Timur. 

Ada beberapa objek ziarah yang bisa dipertimbangkan di NTT. Beberapa di antaranya adalah:

Semana Santa: Upacara Tri Hari Suci dalam Pekan Suci. Seperti Semana Santa yang dipraktekkan di negara-negara latin terutama beberapa kota di Spanyol, Portugal dan Perancis Selatan.

Semana Santa sudah menjadi menarik banyak peziarah dari Flores dan Timor, tetapi juga beberapa kota di Jawa seperti peziarah dari Surabaya, Jakarta, Semarang dan sebagainya.

Patung Nilo: Nilo adalah sebuah bukit yang terletak di Desa Wuliwutik, Kecamatan Nita. Bukit Desa Nilo terletak sekitar 16 Km dari Kota Maumere, ibu kota Kabupaten Sikka.

Bukit Nilo merupakan tempat ziarah terkenal di Sikkan karena keberadaan Patung Bunda Maria setinggi 28 meter berdiri kokoh dan menjadi pelindung kota Maumere dan Sikka umumnya.

Felix

Seorang Guru SMA, tapi pernah menjadi Tour Leader dan Tour Planer di sebuah biro perjalanan ziarah wisata Katolik. Selain Guru, mendedikasikan diri untuk menjadi seorang Blogger, khususnya ziarah wisata Katolik.

One thought on “Ziarah: Praktek Kesalehan Katolik Mendekatkan Diri Kepada Tuhan

Leave a Reply

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: